Loading...
Monday, 29 July 2013

Inneke Koesherawati - Cerita Jilbab

Inneke Koesherawati - Cerita JilbabInneke lahir sebagai anak kelima dari enam bersaudara. Kedua orangtuanya berasal dari Purworejo, Jawa Tengah. Dalam darah Inneke mengalir keturunan Belanda dari pihak ayahnya. Inne, demikian panggilan akrabnya, mengawali kariernya dengan mengikuti berbagai lomba di Jakarta. Kesuksesannya bermula saat dirinya mengikuti ajang GADIS Sampul 1990 dan berhasil meraih predikat Juara Berbakat. Inne pun akhirnya memasuki sekolah model milik peragawati senior, Okky Asokawati, OQ Mo-delling. Hal ini dilakukannya agar mempunyai dasar yang kuat untuk terjun dalam dunia modeling.

Mantan artis Film era 90-an, ini sejak 2001 berubah total. Artis manis berlesung pipit ini memutuskan selamanya memakai jilbab. Apapun yang terjadi Inneke tetap mantap mengenakannya. Ia berkeyakinan bahwa berjilbab juga harus diikuti dengan perubahan
tingkah laku dalam keseharian. Ia tidak mau dianggap berjilbab tetapi tidak memberi contoh kepada mereka yang tak berjilbab. Ditanya tentang pengaruh pada karirnya, Inneke merasa tidak takut terhambat rejekinya karena ia yakin rejeki datangnya dari Allah.
Menurutnya, keputusannya mengenakan jilbab bukan karena mengikuti tren atau karena keinginan pihak lain, melainkan semata-mata karena panggilan hati mengikuti jalan Allah. 

Perubahan penampilan rupanya membawa berkah baginya. Berkat perannya yang bagus sebagai presenter program ''Q-pas'' yang disiarkan bulan Ramadan lalu di sebuah televisi swasta, Inneke berhasil meraih predikat Pembawa Acara Ramadhan Terbaik versi Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2002 lalu, mengalahkan dua pesaing beratnya; Dewi Huges dan Igo Ilham (pemeran film Fatahillah). Di sini, ia mampu membuktikan diri ingin melakukan perubahan total. 

Menyinggung masa lalunya yang agak kelabu itu, Inneke menganggapnya sudah berlalu dan yang terpenting baginya sekarang adalah melihat ke masa depan. Semua pakaian seksi yang dulu menghias tubuh Inneke, sudah masuk lemari dan tidak ingin disentuh lagi, bahkan ada yang sudah dibuangnya jauh-jauh dengan menjualnya kepada mereka yang berminat.

0 comments:

 
TOP